Keutamaan Shalat Lima Waktu
Rasulullah bersabda :"Barang siapa menjaga sholat, niscaya dimuliakan oleh Allah dengan 5 kemuliaan:
1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya
2. Allah hilangkan siksa kubur darinya
3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanannya
4. Dia akan melewati jembatan bagaikan kilat
5. Akan masuk surga tanpa hisab
Dan barangsiapa yang menyepelekan sholat. niscaya Allah akan mengazabnya dengan lima belas siksaan:
1. Enam siksa didunia
2. Tiga siksaan ketika mati
3. Tiga siksaan di liang kubur
4. Tiga siksaan di akhirat
Siksa di dunia antara lain :
1. Di cabut keberkahan umurnya
2. Di hapus tanda orang saleh di wajahnya
3. Tidak mendapatkan pahala dari setiap amal yang dikerjakannya
4. Tidak diterima do'anya
5. Tidak termasuk bagian dari do'a orang-orang saleh
6. Keluar ruhnya tanpa membawa iman
Siksa ketika mati antara lain :
1. Mati dalam keadaan hina
2. Mati dalam keadaan lapar
3. Mati dalam keadaan haus, yang bilamana diberikan air sebanyak air laut tak akan menghilangkan dahaganya
Siksa di liang kubur :
1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga saling bersilang tulang rusuknya
2. Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam
3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Syuja'ul aqro yang akan menyiksanya.
Siksa di akhirat antara lain :
1. Ketika langit terbuka, malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai yang panjangnya tujuh hasta,rantai itu digantungkan di lehernya dan dimasukan ke dalam mulutnya sampai keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan " Ini adalah balasan bagi orang yang menyepelekan perintah Allah".
2. Allah tidak akan memandang wajahnya dengan pandangan kasih sayangNya
3. Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.
Kedudukan Shalat lima Waktu
Shalat memiliki kedudukan yang agung dalam islam. Kita dapat melihat keutamaan shalat tersebut dalam beberapa point berikut ini[1].
1) Shalat adalah kewajiban paling utama setelah dua kalimat syahadat dan merupakan salah satu rukun islam
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”[2]
2) Shalat merupakan pembeda antara muslim dan kafir
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir” [3]. Salah seorang tabi’in bernama Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.”[4]
3) Shalat adalah tiang agama dan agama seseorang tidak tegak kecuali dengan menegakkan shalat
Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.”[5]
4) Amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.”[6]
5) Shalat merupakan Penjaga Darah dan Harta Seseorang
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau mengucapkan laa ilaaha illalloh (Tiada sesembahan yang haq kecuali Allah), menegakkan shalat, dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan semua itu, berarti mereka telah memelihara harta dan jiwanya dariku kecuali ada alasan yang hak menurut Islam (bagiku untuk memerangi mereka) dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta’ala.”[7]
Ayat Al-Quran Berkaitan dengan keutamaan Shalat Lima Waktu
Shalat memiliki keutamaan-keutamaan berupa pahala, ampunan dan berbagai keuntungan
yang Allah sediakan bagi orang yang menegakkan sholat dan rukun-rukunnnya dan lebih utama lagi apabila sunnah-sunnah sholat 5 waktu dikerjakan, diantara keutamaan-keutamaan tersebut adalah:
1) Mendapatkan cinta dan ridho Allah
Orang yang mengerjakan shalat berarti menjalankan perintah Allah, maka ia pantas mendapatkan cinta dan keridhoan Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah (wahai muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)
2) Selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 71). Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi Rahimahullahu ta’ala berkata, “Yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga”[8]. Dan melaksanakan sholat termasuk mentaati Allah dan Rasul-Nya.
3) Pewaris surga Firdaus dan kekal di dalamnya
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman … dan orang-orang yang memelihara sholatnya mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-11)
4) Pelaku shalat disifati sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 2-3)
5) Akan mendapat ampunan dan pahala yang besar dari Allah
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)
6) Shalat tempat meminta pertolongan kepada Allah sekaligus ciri orang yang khusyuk
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah: 45)
7) Shalat mencegah hamba dari Perbuatan Keji dan Mungkar
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)
Hadis Berkaitan dengan Keutamaan Shalat Lima Waktu
1. Bahwasanya Allah akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan dengan shalat yang lima (yakni dengan shalat fardhu)
"Dari Abu Hurairah ia berkata aku mendengar Raulullah bersabda,"Bagaimana pendapat kalian, kalau di depan pintu rumah salah seorang kalian terdapat sungai, yang mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, masih adakah kotorannya yang tersisa?" Para sahabat berkata,"Tidak ada sedikitpun dari kotorannya yang tersisa." Rasulullah berkata:"Begitulah perumpamaan shalat yang lima itu, dengannya Allah menghapus dosa-dosa." (Bukhari Muslim)
2. Bahwa shalat lima waktu merupakan kaffarat (penghapus) dosa-dosa yang terjadi diantaranya selama dosa-dosa besar tidak dikerjakan.
"Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,"Shalat-shalat yang lima, dan jumat ke jumat menghapuskan (dosa-dosa yang terjadi) diantaranya selama dosa-dosa besar tidak dikerjakan." (Muslim)
3. Sesungguhnya dosa-dosa itu akan membakar dan menghancurkan pelakunya, dan harus dipadamkan dengan shalat-shalat
" Dari Ibnu Mas'ud ra. dari Rasulullah saw. sesungguhnya beliau bersabda, "Setiap tiba waktu shalat diutuslah seorang penyeru (malaikat), lalu ia berseru, "Wahai anak Adam, berdirilah dan padamkanlah api yang telah engkau nyalakan untuk membakar dirimu." Maka orang-orangpun berdiri dan berwudu kemudian mengerjakan shalat zhuhur, maka Allah mengampuni dosa mereka diantara keduanya (dari subuh hingga zhuhur), begitu pula jika tiba waktu shalat ashar, maghrib dan isya. Sesudah isya orang-orangpun tidur.
Ada sebagian orang yang menghabiskan malamnya dengan melakukan kebajikan dan ada pula yang menghabiskan malamnya dengan melakukan keburukan.." (Thabrani)
4. Bahwasanya seorang muslim bisa mencapai derajat para shiddiqin dan syuhada dengan shalat, zakat dan puasa.
Dari Amru bin Murrah Al-Juhani ia berkata seorang lelaki datang kepada Nabi, ia berkata,"Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu kalau aku sudah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya engkau adalah utusan Allah, sudah mengerjakan shalat lima waktu, sudah menunaikan zakat, dan berpuasa di bulan Ramadhan dan sudah melaksanakan qiyamnya (tarawih), maka termasuk dari golongan manakah aku?" Beliau bersabda:"Dari golongan para shiddiqin dan syuhada."
5. Keutamaan shalat di atas semua amalan-amalan lainnya
Dari usman, ia berkata Rasulullah bersabda:"Tidaklah seorang muslim ketika datang waktu shalat wajib lalu ia membalikkan wudhunya, kekhusyuannya dan rukunya, kecuali shalat itu akan menghapuskan dosa-dosa sebelumnya, selama perbuatan dosa besar tidak dikerjakan, dan itu untuk selamanya." (Ahmad)
6. Sesungguhnya Allah akan menganugerahi orang yang melakukan shalat dengan memasukkannya ke dalam surga lebih dahulu daripada saudaranya yang gugur sebagai syahid, karena dia lebih banyak mengerjakan shalat.
Dari Abu Hurairah ia berkata ada dua orang lelaki dari Baliy dari Qudhaah yang elah masuk islam bersama Rasulullah, lalu salah satunya gugur sebagai syahid, sedang yang lain ditangguhkan satu tahun. Thalhah bin 'Ubaidillah berkata,"Aku bermimpi melihat orang yang ditangguhkan dari keduanya masuk surga sebelum yang mati syahid, maka aku takjub". Pagi harinya, kusebutkan hal itu kepada Nabi atau disebutkan hal itu kepada rasulullah. Lalu beliau bersabda,"Bukankah dia sudah berpuasa ramadhan, dan mengerjakan enam ribu rakaat, dan sekian dan sekian rakaat shalat dalam setahun? dan dalam tambahan yang shahih dalam riwayat Ibnu hibban:(jaak) antara keduanya lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi." (Lihat Shahih At-Targhib wat tarhib)
7. Sesungguhnya shalat adalah cahaya, yang menerangi jalan seorang hamba di dunia dan diakhirat
Dari Abu Malik Al-Asy'ari ia berkata Rasulullah bersabda "Bersuci adalah separuh dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan alhamdulillah keduanya memenuhi (atau ia memenuhi) yang diantara langit dan bumi, shalat adalah nur, shadaqah adalah bukti, sabar adalah cahayam dan al-quran sebagai hujjah bagimu atau untukmu." (Muslim)
8. Sesungguhnya banyak melakukan shalat dan sujud adalah cara atau jalan untuk bisa bersama Nabi kelak di surga.
Dari Rabiah bin Ka'ab ia berkata,"Aku pernah bermalam bersama Rasulullah aku mengambil air untuk beliau berwudhu dan kebutuhan beliau, lalu beliau bersabda,"Mintalah kepadaku." Aku berkata,"Aku minta kepadamu agar aku kelak bersamamu di surga." Beliau berkata,"Tidakkah ada yang selain itu?" Aku berkata,"Itulah permintaanku." Beliau berkata,"Kalau begitu, bantulah aku atas dirimu dengan banyak sujud." (Muslim)
9. Bahwasanya shalat dua rakaat shalat lebih disukai oleh orang yang sudah meninggal dunia daripada dunia dan seisinya.
Abu Hurairah bekata bahwa Rasulullah bersabda pernah melewati sebuah kuburan, lalu beliau bertanya "Siapa penghuni kuburan ini?" Mereka menjawab,"Fulan." Lalu beliau bersabda,"Dua rakaat (shalat) lebih disukai oleh orang ini daripada semua dunia yang ada pada kalian." (Ath-Thabrani)
10. Bahwasanya mengosongkan hati dan jiwa hanya untuk Allah di dalam shalat akan menjadikan keadaan seseorang muslim sebagaimana ketika ia dilahirkan oleh ibunya.
11. Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR. An-Nasaa’i dan Tirmidzi)
12. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
13. Abdullah ibnu Mas’ud Ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
14. Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)
15. Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab: “Baik ya Rasulullah.” Beliau berkata, “Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan).” (HR. Muslim)
16. Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putera-puteri). (HR. Abu Dawud)
17. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Adakah engkau semua mengetahui, andaikata pada pintu seseorang diantara engkau semua itu ada sebuah sungai dan ia mandi disitu sebanyak lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran sekalipun sedikit yang tertinggal di badannya?" Para sahabat rnenjawab: "Tidak ada kotoran sedikitpun yang tertinggal di badannya." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Demikian itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengan mengerjakan semua itu Allah akan menghapuskan semua kesalahan."
18. Dari Jabir r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Perumpamaan shalat lima waktu itu adalah seumpama sebuah sungai yang mengalir, banyak airnya yang ada di pintu seseorang diantara engkau semua. Ia mandi di situ setiap hari lima kali." (Riwayat Muslim)
19. Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya ada seorang lelaki yang memberikan ciuman pada seorang wanita -lain-, lalu ia mendatangi Nabi s.a.w. kemudian memberitahukannya akan halnya. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat -yang artinya-: "Dirikanlah shalat pada kedua ujung siang dan beberapa saat dari waktu malam. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu dapat melenyapkan kejelekan-kejelekan." Orang tadi lalu berkata: "Apakah ayat itu untuk saya saja?" Beliau s.a.w. bersabda: "Untuk seluruh umatku." (Muttafaq 'alaih)
20. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Shalat lima waktu, Jum'at yang satu sampai Jum'at yang lain, adalah sebagai penutup -penghapus- dosa selama waktu antara semuanya -yakni antara waktu yang satu dengan waktu yang berikutnya-, selama tidak dikerjakan dosa-dosa yang besar." (Riwayat Muslim)
21. Dari Usman bin Affan r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tiada seorang Muslimpun yang datang padanya shalat yang diwajibkan, lalu ia memperbaguskan wudhu'nya, kekhusyu'annya serta ruku'nya, melainkan shalat yang dilakukannya tadi akan menjadi penutup -penghapus- dosa-dosa yang dilakukan sebelum itu, selama tidak dikerjakan dosa besar. Yang sedemikian itu berlaku untuk setahun sepenuhnya." (Riwayat Muslim)
22. "Dari Ibnu Umar ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Agama Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba utusan-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, shaum pada bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah." (Bukhari, Muslim - At-Targhib)
23. Dari Abu Dzar ra., sesungguhnya Rasulullah saw. pernah keluar dari rumahnya ketika musim dingin. Rasulullah saw. mengambil sebatang ranting pohon, kemudian beliau mengguncang-uncangkanya sehingga berguguran daun-daunya. Beliau saw bersabda, "Wahai Abu Dzar!" Abu Abu Dzar menyahut, "Labbaik ya Rasulallah!" Beliau bersabda, "Sesungguhnya apabila seorang muslim menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan erguguran sebagaimana daun-daun ini gugur dari rantingnya." (Ahmad- At-Targhib)
24. Dari Hudzaifah ra, berkata, " Apabila Rasulullah saw. menemui suatu kesulitan maka beliau segera mengerjakan shalat. " (AHMAD, ABU DAWUD - DURUL MANTSUR)
Hukum Meninggalkan Shalat
Setelah kita mengetahui bagaimana keutamaan shalat, kita juga haurs tau bagaimana ya jika kita meninggalkan shalat lima waktu :
Perlu diketahui, para ulama telah sepakat (baca: ijma’) bahwa dosa meninggalkan shalat lima waktu lebih besar dari dosa-dosa besar lainnya. Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”
Adapun berbagai kasus orang yang meninggalkan shalat, kami dapat rinci sebagai berikut:
- Kasus pertama: Meninggalkan shalat dengan mengingkari kewajibannya sebagaimana mungkin perkataan sebagian orang, ‘Sholat oleh, ora sholat oleh.’ [Kalau mau shalat boleh-boleh saja, tidak shalat juga tidak apa-apa]. Jika hal ini dilakukan dalam rangka mengingkari hukum wajibnya shalat, orang semacam ini dihukumi kafir tanpa ada perselisihan di antara para ulama.
- Kasus kedua: Meninggalkan shalat dengan menganggap gampang dan tidak pernah melaksanakannya. Bahkan ketika diajak untuk melaksanakannya, malah enggan. Maka orang semacam ini berlaku hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq, mayoritas ulama salaf dari shahabat dan tabi’in. Contoh hadits mengenai masalah ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[10]
- Kasus ketiga: Tidak rutin dalam melaksanakan shalat yaitu kadang shalat dan kadang tidak. Maka dia masih dihukumi muslim secara zhohir (yang nampak pada dirinya) dan tidak kafir. Inilah pendapat Ishaq bin Rohuwyah yaitu hendaklah bersikap lemah lembut terhadap orang semacam ini hingga dia kembali ke jalan yang benar. Wal ‘ibroh bilkhotimah (Hukuman baginya dilihat dari keadaan akhir hidupnya).[11]
- Kasus keempat: Meninggalkan shalat dan tidak mengetahui bahwa meninggalkan shalat membuat orang kafir. Maka hukum bagi orang semacam ini adalah sebagaimana orang jahil (bodoh). Orang ini tidaklah dikafirkan disebabkan adanya kejahilan pada dirinya yang dinilai sebagai faktor penghalang untuk mendapatkan hukuman.
- Kasus kelima: Mengerjakan shalat hingga keluar waktunya. Dia selalu rutin dalam melaksanakannya, namun sering mengerjakan di luar waktunya. Maka orang semacam ini tidaklah kafir, namun dia berdosa dan perbuatan ini sangat tercela sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un [107] : 4-5)[12]
*Bila Subuh utuh .....>>> pagi tumbuh, hati teduh, pribadi utuh, maka damai akan berlabuh.
* Bila Dzuhur teratur .....>>> diri pribadi jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga selalu akur, maka pribadi jadi makmur.
* Bila Ashar kelar .....>>> jiwa jadi sabar, raga jadi tegar, senyum melebar, maka rezeki lancar.
* Bila maghrib tertib .....>>> ngaji jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib.
* Bila Isya terjaga .....>>> malam bercahaya, gelap tak terasa, Insya Allah hidup ini bahagia sejahtera.
alhamdulillah semoga setelah kita mengetahui keutamaan shalat, dapat menjadikan motivasi untuk kita lebih menjaga shalat lima waktu.....semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya untuk kita semua......
amiiiin ^.^
Referensi